Ancaman di Bawah Tanah Yerusalem Mengguncang Stabilitas Masjid Al-Aqsa

Oleh : Tony Kurtbecks (Nama Pena)

Pemerintah Yerusalem Timur kembali mengeluarkan peringatan keras terhadap aktivitas penggalian yang dilakukan oleh otoritas Israel di sekitar kawasan Kota Tua Yerusalem. Peringatan ini bukan yang pertama, namun kali ini dinilai jauh lebih serius karena lokasi penggalian disebut-sebut semakin mendekati fondasi kompleks suci Masjid Al-Aqsa, salah satu situs paling penting dan sensitif dalam sejarah umat Islam.

Dalam keterangannya kepada kantor berita Wafa, penasihat kegubernuran Yerusalem, Marov Al-Rifai, menyebutkan bahwa aktivitas penggalian tersebut telah menimbulkan risiko nyata terhadap stabilitas struktur bangunan bersejarah, tidak hanya bagi Masjid Al-Aqsa, tetapi juga bagi situs-situs warisan Islam dan Palestina lainnya di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa penggalian, baik yang lama maupun yang baru, dilakukan tanpa dasar ilmiah yang kuat, dan bahkan cenderung bermuatan politik.

Penggalian yang Mengancam Fondasi Masjid Suci

Menurut Al-Rifai, penggalian di bawah kompleks Al-Aqsa berpotensi merusak fondasi masjid yang telah berdiri selama berabad-abad. Kompleks Al-Aqsa sendiri bukan sekadar bangunan masjid, tetapi kawasan suci yang mencakup Kubah Batu (Dome of the Rock), Masjid Qibli, dan pelataran luas tempat umat Islam dari berbagai negara datang untuk beribadah.

Namun, di bawah permukaan tanah kawasan itu kini terbentang jaringan terowongan yang kompleks, yang diklaim oleh otoritas Israel sebagai bagian dari apa yang mereka sebut “Kota Daud” (City of David), proyek arkeologi dan wisata yang menelusuri sejarah kuno kerajaan Israel. Pemerintah Israel beralasan bahwa penggalian tersebut bertujuan untuk mengungkap peninggalan arkeologis dari zaman kerajaan Daud dan Salomo.

Akan tetapi, bagi masyarakat Palestina dan komunitas internasional, proyek itu justru dianggap sebagai langkah sistematis untuk mengubah karakter sejarah dan keislaman Yerusalem. Al-Rifai menilai, penggalian ini hanyalah bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat kendali Israel atas situs-situs suci, serta untuk menegaskan klaim politik dan religius di kawasan yang status hukumnya masih diperdebatkan di tingkat dunia.

Terowongan yang Menggerus Warisan Sejarah

Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa sebagian besar terowongan yang digali telah dialihfungsikan menjadi museum, sinagoge, dan jalur wisata keagamaan Yahudi. Beberapa di antaranya bahkan melintasi langsung di bawah area yang sangat dekat dengan kompleks Masjid Al-Aqsa.

Salah satu lokasi yang paling menjadi perhatian adalah pasar Jabana, sebuah area yang dilaporkan berjarak hanya beberapa meter dari fondasi utama Masjid Al-Aqsa. Para ahli konstruksi dan arkeologi memperingatkan bahwa aktivitas penggalian tanpa metode yang tepat dapat menyebabkan pergeseran tanah dan retakan struktural di bawah bangunan bersejarah tersebut.

Selain itu, Al-Rifai mengungkapkan bahwa penggalian tersebut juga mengancam rumah-rumah kuno, sekolah-sekolah tua, dan peninggalan arsitektur Palestina lainnya yang menjadi bagian penting dari identitas sejarah Yerusalem Timur. “Ini bukan hanya tentang batu atau tanah, tetapi tentang identitas dan warisan seluruh bangsa Palestina,” ujarnya.

Motif Politik di Balik Arkeologi

Banyak pihak menduga bahwa proyek penggalian tersebut tidak murni berorientasi pada penelitian sejarah atau arkeologi. Al-Rifai menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari agenda politik Israel untuk memperkuat narasi historis Yahudi di Yerusalem dan, secara tidak langsung, melemahkan posisi Islam serta eksistensi Palestina di kawasan itu.

Israel selama beberapa dekade terakhir memang aktif mengembangkan kawasan “City of David” di bawah sponsor pemerintah dan lembaga-lembaga swasta, termasuk kelompok nasionalis religius yang memiliki kepentingan ideologis kuat. Situs itu dijadikan destinasi wisata religi besar yang menceritakan sejarah kerajaan Yahudi kuno, lengkap dengan jalur tur bawah tanah yang menghubungkan berbagai titik di sekitar Al-Aqsa.

Namun, di balik kisah wisata tersebut, para arkeolog independen dan aktivis hak asasi manusia telah lama memperingatkan bahaya tersembunyi. Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa warga Palestina yang tinggal di sekitar area penggalian mengalami kerusakan rumah, retakan di dinding, dan penurunan permukaan tanah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa proyek tersebut tidak mempertimbangkan dampak sosial maupun lingkungan.

Masjid Al-Aqsa: Simbol yang Tak Tergantikan

Masjid Al-Aqsa bukan sekadar bangunan suci. Ia adalah simbol spiritual, sejarah, dan politik umat Islam di seluruh dunia. Dalam Islam, Al-Aqsa dikenal sebagai kiblat pertama umat Muslim sebelum Ka’bah, serta tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selama berabad-abad, Al-Aqsa menjadi lambang kehadiran Islam di jantung Yerusalem dan menjadi sumber identitas serta kebanggaan bagi bangsa Palestina.

Oleh karena itu, setiap tindakan yang dianggap mengancam eksistensi atau stabilitasnya selalu memicu ketegangan besar. Pemerintah Yerusalem menegaskan bahwa status quo kawasan suci tersebut harus dipertahankan sesuai dengan kesepakatan internasional yang mengatur pengelolaan situs-situs suci di Yerusalem.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak laporan mengenai upaya pihak tertentu untuk mengubah pola akses dan pengelolaan kawasan Al-Aqsa, termasuk pembatasan waktu bagi jamaah Muslim dan peningkatan kunjungan kelompok ekstremis Yahudi ke area pelataran masjid di bawah pengawalan aparat keamanan Israel.

Kekhawatiran Global dan Seruan Dunia Islam

Isu penggalian di bawah Al-Aqsa telah menarik perhatian dunia internasional. Sejumlah negara Arab dan organisasi Islam seperti OKI (Organisasi Kerjasama Islam) serta Liga Arab telah mengeluarkan kecaman keras dan menuntut penghentian segera aktivitas tersebut.

Mereka menilai tindakan Israel tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam perdamaian regional. Yerusalem merupakan kota suci bagi tiga agama besar dunia yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Dan segala bentuk tindakan sepihak yang dapat mengubah status historis maupun spiritualnya berpotensi memicu konflik besar.

Di sisi lain, masyarakat Palestina di Yerusalem Timur menghadapi tekanan berlapis. Selain harus hidup di bawah pengawasan ketat dan keterbatasan ekonomi, kini mereka juga dihadapkan pada ancaman hilangnya warisan budaya mereka sedikit demi sedikit. “Ini bukan hanya penggalian tanah, tetapi penggalian identitas,” ujar Al-Rifai dengan nada getir.

Pertarungan di Bawah Permukaan

Jika dilihat dari permukaan, Yerusalem tampak seperti kota yang tenang—tempat wisatawan berjalan di antara lorong batu kuno, dan jamaah dari berbagai negara datang untuk beribadah. Namun di bawah tanah, terdapat pertarungan senyap namun berbahaya antara narasi sejarah, keyakinan, dan kekuasaan.

Setiap sekop tanah yang diangkat, setiap terowongan yang digali, membawa konsekuensi yang jauh lebih besar dari sekadar temuan arkeologis. Di baliknya tersimpan upaya perebutan makna dan legitimasi atas tanah yang dianggap suci oleh jutaan umat manusia.

Bagi rakyat Palestina, mempertahankan Masjid Al-Aqsa bukan hanya soal menjaga bangunan batu, melainkan menjaga akar sejarah dan eksistensi mereka di tanah air sendiri. Sedangkan bagi Israel, proyek penggalian menjadi bagian dari upaya menegaskan dominasi historis dan politik mereka di Yerusalem, kota yang mereka klaim sebagai ibu kota abadi.

Menjaga Warisan Bersama

Kisah penggalian di Yerusalem mengingatkan kita bahwa sejarah bukan hanya ditulis di atas kertas, tetapi juga digali dari tanah. Namun, ketika penggalian itu dilakukan tanpa menghormati nilai-nilai sejarah, kemanusiaan, dan keadilan, maka yang tersisa bukanlah pengetahuan baru, melainkan luka lama yang terus menganga.

Masjid Al-Aqsa bukan hanya milik Palestina atau umat Islam semata. Ia adalah warisan dunia, simbol perdamaian, spiritualitas, dan keberagaman yang seharusnya dijaga oleh semua pihak. Dunia internasional kini ditantang untuk tidak hanya menyaksikan dari jauh, tetapi bertindak nyata untuk melindungi salah satu situs paling suci dan bersejarah di bumi ini dari ancaman kehancuran di bawah tanahnya sendiri.

 

Follow Sosial Media saya

Youtube ;
https://www.youtube.com/@kanalsenyawa88

Instagram :
https://www.instagram.com/tony_kurtbecks/

TikTok :
https://www.tiktok.com/@tony.kurtbecks

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ancaman di Bawah Tanah Yerusalem Mengguncang Stabilitas Masjid Al-Aqsa"

Posting Komentar